TORI INGIN TERBANG

TORI INGIN TERBANG

 

Puluhan burung pipit sedang menari di udara pada sebuah sawah untuk menyambut bulir-bulir padi yang mulai menguning.

“Pit…. Pit… Pit.. Cuit… Pit… Pit… Cuit!” suara burung Pipit bersahutan.

Sementara Barsa, Lona, dan beberapa burung lainnya sedang asyik bertengger sambil mengunyah-ngunyah bulir padi di dahan pohon. Di tengah suasana gembira itu, tiba-tiba terdengar suara tangisan dari bawah pohon.

“Huhu… hu… hu…” suara tangisan.

Mendengar suara itu, Barsa, Lona, dan beberapa burung lain turun mencari sumber suara tersebut. Setelah sampai di bawah pohon, bertemulah mereka dengan Tori. Ternyata suara tangisan itu adalah suara Tori.

 “Mengapa kamu menangis Tori?” tanya Barsa.

“Dan mengapa kamu ada di bawah sini?” sambung Lona.

Mendengar pertanyaan itu, air mata Tori semakin deras mengalir. Tori kemudian memperlihatkan sayapnya yang terluka. Barsa, Lona, teman-teman lain terkejut melihat sayap Tori.

 “Apa yang terjadi, Tori?” tanya Lona.

“Aku tersangkut jaring pemburu di sawah seberang. Untungnya aku berhasil lolos, namun sayapku harus terluka seperti ini. Melihat kalian menari dan bernyanyi menyambut padi, aku sedih sekali. Aku ingin terbang dan tertawa riang seperti kalian. Sekarang, untuk bertengger di dahan saja aku tak bisa!” jelas Tori.

Barsa mencoba menenangkan tangisan Tori.

Lona berniat membantu Tori. Ia mempunyai sebuah ide. Lona berbisik kepada Barsa dan beberapa teman. Seketika mereka pun terbang meninggalkan Tori sendirian. Tori yang mulai tenang kembali bersedih karena ditinggalkan Barsa dan teman-teman lain.

Tak lama kemudian, saat Tori ingin pergi, terdengar suara teriakan Lona dari kejauhan.

 “Toriiiii!!” teriak Lona.

Tori menoleh ke arah teriakan itu. Terlihat Lona dan teman-temannya membawa sehelai kain berbentuk persegi. Kain tersebut kemudian diletakkan di depan Tori.

 

“Naiklah di atasnya!” pinta Barsa.

“Untuk apa?” tanya Tori ragu.

“Sudah, naik saja!” ujar teman yang lain.

Tori menurut permintaan temannya. Ia berdiri tepat di tengah kain. Kemudian keempat ujung kain digigit oleh Barsa, Lona, dan kedua teman lainnya. Selanjutnya secara perlahan mereka terbang bersamaan sehingga mengangkat kain dan Tori ke udara. Betapa senangnya Tori bisa terbang kembali berkat bantuan teman-temannya. Mereka mengajak Tori menari di udara bersama dengan burung-burung yang lain.

 “Aku terbang!” teriak Tori dengan gembira.

“Terima kasih teman-teman! Aku sayang kalian semua!” ucap Tori.

“Pit…. Pit… Pit.. Cuit… Pit… Pit… Cuit!” mereka bernyanyi bersahutan.

 

Penulis: Mahfuz Imam

Ilustrator: Ceria Pratiwi