Cara Menyingkirkan Anak-anak
Cara Menyingkirkan Anak-anak
Oleh Ayu Rahayu
Judul : Kita Pergi Hari Ini: Atau Tempat-Tempat Indah Dalam Mimpi-Mimpi Anak-Anak Baik-Baik
Penulis : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 192 halaman
Cetakan : Pertama, November 2021
ISBN : 978-602-06-5747-9

Pernahkah kita jengkel dengan anak-anak? Bila pernah mungkin kita juga akan tertarik dengan novel dari Ziggy yang terbaru berjudul Kita Pergi Hari Ini atau Tempat-Tempat Indah dalam Mimpi-Mimpi Anak-Anak Baik-Baik. Bila mengacu pada judul dan sampul, mungkin kita akan mengira, disuguhkan cerita-cerita menyenangkan dengan adanya tokoh bak satria, penolong anak-anak baik dalam setiap perjalanannya.
Sampul berisi empat anak kecil dan satu balita yang baru bisa merangkak, dengan latar tempat seperti padang rumput dengan nuansa sore yang hangat. Melalui sampul ini saja, mata kita dimanjakan dengan situasi rasa penasaran cerita yang dilayankan kepada pembaca.
Halaman pembuka Ziggy melontar kata yang tidak biasa “Untuk Kafka anak Lelaki yang Sangat Bandel dan Minka anak Perempuan yang Sangat Rewel”. Dari sini sudah mulai kita diajak memaki kesulitan bergaul dengan anak-anak. Anak-anak memang terasa menyebalkan ketika menjerit tidak karuan atau tantrum.
Rasa kesusahan mengurusi anak-anak yang tidak mau diatur, selalu penasaran dengan banyak hal dan tentunya sangat merepotkan orang dewasa. Memang, segala hal yang dilakukan anak-anak tidak dapat dimengerti orang dewasa. Seperti setiap tangisan bayi, entah itu mengompol, minta susu, mengalami gatal atau tidak enak badan, semuanya bernada sama.
Kerepotan mengurusi anak-anak pun dialami oleh keluarga Mo. Keluarga dengan tiga orang anak yakni Mi, Ma dan Mo. Kisah petualangan ini diawali ibu Mo yang tidak memiliki cukup uang untuk menyewa pengasuh. Ibu Mo pun memutuskan mencari cara lain untuk mengurusi anak-anaknya. Setelah itu muncullah cara lain yang dimaksud oleh bu Mo, ialah Nona Gigi. Nona Gigi seekor kucing yang manis, dengan pakaian khas pelayan ala prancis.
Penampilan nona Gigi tentu menarik bagi anak-anak. Sebab, anak-anak mudah tertipu dengan hal-hal lucu dan dianggap tidak menyakitkan. Mereka percaya nona Gigi yang membawa keranjang makanan akan selalu menyayangi mereka. Seperti keluarga lainnya yang suka memelihara kucing sebagai teman bermain anak-anak. Kekaguman mereka dengan Nona Gigi makin bertambah saat Nona Gigi sangat tahu apa yang diinginkan anak-anak dan tidak pernah salah menafsirkannya.
Via novel, Ziggy berkelar menuturkan anak laki-laki terbuat dari ban mobil balap, dengusan tapir dan ekor naga membuat anak laki-laki benar-benar keren, sementara anak perempuan dibuat dari dodol garut sehingga benar-benar manis. Namun, hal ini terasa janggal ketika kehadiran dua anak tetangga bernama Fifi dan Fufu. Seolah ada kesalahan dalam pembuatan menjadikan Fifi anak laki-laki yang benar-benar Manis dan Fufu anak perempuan yang benar-benar Keren. Dua orang anak itu pun kemudian bermain di rumah Ma, Mi dan Mo.
Kelima anak itu kemudian diajak ke kota kelahiran Nona Gigi. Di situlah anak-anak tahu seperti apa kota kelahiran Nona Gigi yang sangat membuat mata dimanjakan dengan hal-hal yang lucu. Kelucuan itu perlahan sirna ketika mereka melihat kematian demi kematian di sirkus sendu. Sirkus yang biasanya menimbulkan tawa bagi anak-anak, malah mempertontonkan kematian sadis.
Novel ini kita tak ayal menyajikan kengerikan yang mendalam. Kucing yang memperbudak manusia, mencabut setiap kuku-kuku, menjual setiap bagian organ manusia dan memajangnya. Ziggy berhasil menipu pembaca dengan buku Kita Pergi Hari Ini, konsep awal yang dikira akan berpetualang dengan seru, ternyata hanya perjalanan untuk menyingkirkan anak-anak. Sungguh, buku ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak. Boleh jadi anak-anak membacanya akan mengalami trauma.